Senin, 11 Mei 2015

Suara Rindu Hatiku

Edit Posted by with No comments
Suara yang mendayu dayu di telinga ini
Seakan tiada henti menyiksaku
Menusuk bak senbilu dalam ingatan ku
Mengalir seperti dalah di hulu jantungku
Suara yang mendayu dayu di hulu nafasku
Seakan membuatku lupa 
Lupa rasanya mencium tanganmu
Lupa suara mu yg dulu selalu mengicau di setiap waktuku
Jarak yang tak begitu jauh, memisah waktu kita bersama
Ibu ....
Tiada seorang yang mampu membasuh hati ini dengan rindu
Lembanyu yg menghulu di paruhku ini
Selalu menangis merintih merindumu
Suara yang mendayu dayu di telingaku
Memipihkan cinta yang ku bangun selama ini
Aku sendiri di tengah keramaian ....
Aku menangis di antara senyuman
Tidak kah kau dengar ,,,,
Hatiku menangis kesakitan tanpamu
Jika kasihmu terbagi untukku......
Suatau saat kau akan tau hatiku masih utuh merindumu
IBU.....
Aku lelah berjalan di atas bumi ini
Jika beban ini tak kunjung kau tau
Jangan salahkan siapapun atas kepergianku esok
Karna rindu kan tetap menjadi rindu 
Yang akan menyakitimu di esok hari 
Esok saat aku tak di dunia ini lagi Ibu..............

Jumat, 20 Maret 2015

surat kecil untuk ibu

Edit Posted by with No comments

Surat kecil untuk Ibu

Di tengah aliran hujan yg hangat mengaliri tubuhku
Terlukis tinta cantik yang tergores di hati
Lalu ku lukiskan rasa yang membalut sepiku
Ibu,..........
Aku menagis di tengah senyuman
Aku terluka di balik keteguhan
Aku rapuh di balik ketegaran
Hati kecilku yang kau simpan dengan kasih sayang
Kini terasa teremas kerinduan
Rindu akan masa kecilku yang hilang bersamamu
Anganku seolah menjauh mencari rumah hatimu
Jarak seakan tak terbtas meenyusuri langkahmu
Ibu......
Langkahmu semakin samar dalam pabdanganku
Aku seakan lenyap oleh keraguan
Duri duri yang tajam ini 
Seolah mendarah dalam hidupku
Tidur pun ku tak mampy menahan sakitnya
Rasanya ingin ku pasrahkan hidupku ini
Dalam pangkuan kasihmu
Aku lelah ibu..aku ingin bangun
Bangun dari tidur panjangku...
Dalam nafas terahirku...
Sampailah salam cinta rinduku
Di sepotong surat untukmu 
Ibu,.......


Edit Posted by with No comments

Indonesia menangis

Berpangkal dari pondasi yang rapuh
Mengikis batu sebagai sandarnya
Begitu dengan negri ini
Bertumpu pada pilar pilar politik
Tangan yang erat tak lagi berjabat
Tak di pungkiri rupiah jadi penyekat
                 Darah putih kini telah berdebu
                  Seperti jiwa jiwa yang tersakiti
                 Ku dengar indonesia menjerit
                 Tangisnya hingga menyayat hati
                  Sematkan luka yang dalam
Indoneaia negriku.......
Kini terombang ambing oleh zaman
Karna pondasinya di beli dengan rupiah
Ribuan nyawa melayang
Tak lagi menjadi sejarah
Hanya mengukir kenangan
Yang tak lagi di hiraukan kaumnya....

Jumat, 06 Maret 2015

Edit Posted by with No comments
Ayah 
Oleh mifta

Ayah maafkan aku 
Jika aku tak melihat air matamu
Jika aku jika aku selalu melukaimu
Jika aku belum mampu membuatmu tersenyu
Ayah maafkan aku
Yang tak mampu memutar waktu
Tuk membuat keringatmu kembali
Tuk menyegarkan kulitmu yg kriput 
Tuk mengembalikan pandanganmu yg jernih
Ayah maafkan aku
Yang membuat kakimu bernanah
Hatimu terluka Oleh  ku
Ayah...
Walau tak pernah terungkap
Kaulah pemilik kasih ku 
Pengobat laraku
Penyejuk hatiku ...
Ayah...
Maafkan diriku 
Maaf
Maaf 
Maaf untukmu ayah
Aku tersenyum
Aku tegar dan kuat
Ayah

Rabu, 04 Maret 2015

Edit Posted by with No comments
Surat Kecil untuk Ibu
                                                                       Oleh miftachul. U. Ch

Di tengah malam yang gelap tanpa cahaya
Di aliri hangatnya tetesan air hujan di tubuhku 
Entah embun dari langit atau air mataku 
Yang luluh mencair karna rinduku
Ibu.......
Aku ingin mengadu padamu
Tentang tangis di balik senyumku
Tentang rapuh di sudut tegarku
Jika aku pernah setia kini aku terluka
Jika aku pernah menanti kini aku kecewa
Ibu,...
Hati lecil yang kau genggam dengan kasihmu
Kini tiada bernyawa lagi
Kaki yang sering kau sentuh dengan jemarimu
Kini seolah tak mampu lagi menapak 
Ibu,.......
Kini putri kecilmu telah hilang
Hatinya penuh luka 
Hatinya penuh dengan dera
Jangan lepas aku di lautan ini ibu
Lautan hidup yang keji Ini
Tiada yang mengerti diriku 
Yang lemah tanpamu
Yang rapuh karna waktu
Ibu,.....
Selalu ku ingat ..
Apa yang kau tuturkan di relung hatiku
Allah maha tau
Dan aku harus bersabar 
Iya kan ibu 
Aku rindu ..dan rindu ini
Membuat ku lemah tapi mampu bertahan

Kamis, 26 Februari 2015

Edit Posted by with 2 comments
MELEPASMU

Biarkan angin perlahan  mnenerpa tubuhku yang lelah
Dan malam mengalir dengan sendirinya
Bintang dan rembulan menjadi saksi hatiku yang nyata
Air mata ini mengalir
Isyaratkan hatiku yanng yang menangis
Hanya tinta hitam ini yang menjadi teman setia dalam sendiriku
Nafas ini seolah terhenti serentak denyut nadiku
Saat ku relakan dirimu
Relakan cintamu pergi dari hidupku
Mengapa perih kurasa hati melepasmu
Relakan dirimu untuknya
Lalu ku pasrahkan semua 
Demi cinta yang tumbuh di hatiku
Bila kau tercipta untuknya
Biarkan aku melangkah bersama waktu
yang kan sembuhkan rasa  ini
Karna penghianatan atas cinta bukan aku 
yang mampu pulihkan Sayang
Biarkan hujan perlahan menghapus jejakmu 
Biarkan tangis ini mengering dengan sendirinya
Hanya keihlasan yang dapat ku taburkan  di atas luka ini
Tiada benci yang abadi
percayalah aku kakan baik baik saja
dan kelak tersenyum di depanmu

Edit Posted by with 2 comments
Ibu

Di malam yang terang
Ku bicara pada bulan yang bersinar
Ku merintih bersama air mata yang mengalir
Seberapakah sucinya diriku
Hingga ku sanggup menyayangimu Ibu
Bakti yangterkubur di lubuk jiwa
Belum mampu keluar bersama nafasku ini
Dengan segala kerendahan hati
Ku sandarkan senyumku di bahumu
Ku tatapnya jernihnya pandang matamu
Ku dekap lembutnya pelukmu
Ku ingat selalu...
Senandung doamu untukku
Bersama hangatnya malam
yang membelai derai denyut nadiku di kala itu
Aku Rindu........
Senyum lembutmu
Aku Rindu......
Saat kau hadir dalam hari-hariku
Mencium harumnya doalu lewat jari-jari manismu
Mendengar nasehatmu
Kini hanya ada dalam anganku
menjadi mimpi indahku sebagai penghangat malamku
Entahlah..
kapan waktu itu semua kan menjadi nyata?

Rabu, 25 Februari 2015

Edit Posted by with 1 comment
Hujan di basuh rindu

Kikisan rindu yang bersenandung
Membagi jiwa yang terlena
Jingga yang bersinar di antara warna
Menghapus semua kesilauan 
Bukan harta dunia ingin ku genggam
Bukan pula raga yang mencinta

Kikisan rindu yang bersenandung
Menghela di setiap nafas nadiku
Hanya mampu menghujan di hatiku
Dan mengalir di hulu desakan nafasku
Hanya nama-Mu....
Yang menjadi raja di setiap Hati umatMu
Tersampaikah salamku
.....lewat butiran hujan yg membasuh bumi 
Lewat hembusan nafas yang pergi dari ragaku
Lewat desiran suara ombah yang terhempas
Dirimu Nabi Ku Muhammad ku..
Yang mengujani rindu di ujung sela hati kecilku


Rabu, 18 Februari 2015